UEFA mengumumkan bahwa Gianluca Prestianni tidak akan bermain dalam leg kedua babak sistem gugur Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid pada Kamis malam. Larangan ini diberikan beberapa jam sebelum pertandingan sebagai langkah sementara selama penyelidikan tuduhan rasisme.

Keputusan tersebut muncul setelah insiden di Estadio da Luz pekan lalu. Dalam pertandingan leg pertama, Vinicius Jr. menerima kartu kuning setelah selebrasinya mencetak gol, yang kemudian memicu konfrontasi dengan Prestianni. Pemain Brasil itu mengklaim telah mengalami pelecehan rasial.
Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit, ketika Vinicius Jr. keluar lapangan sebelum berbicara dengan pelatih Benfica, Jose Mourinho. Momen ini menjadi sorotan utama dan memicu penyelidikan UEFA terkait dugaan rasisme yang dilakukan oleh Prestianni.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kronologi Insiden di Estadio da Luz
Ketegangan bermula ketika Vinicius Jr merayakan golnya dengan menari di depan pendukung tuan rumah. Prestianni terlihat mendekatinya sambil menutupi wajahnya dengan kaus, yang kemudian memicu klaim pelecehan rasial.
Wasit Francois Letexier langsung menghentikan pertandingan setelah Vinicius Jr mengadu dilecehkan secara rasial. Situasi ini menimbulkan ketegangan di lapangan, dan kedua tim harus menunggu beberapa menit sebelum pertandingan dilanjutkan.
Meskipun insiden tersebut mengganggu jalannya laga, Real Madrid berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0, berkat gol Vinicius Jr. Hasil ini memberi Madrid keunggulan menjelang leg kedua di Bernabeu.
Baca Juga: Real Madrid Fokus Perpanjang Kontrak Thibaut Courtois
Larangan Sementara dan Keputusan UEFA

Setelah penyelidikan awal, UEFA memberikan larangan sementara satu pertandingan kepada Prestianni. Hal ini berarti dia tidak akan memenuhi syarat untuk leg kedua melawan Real Madrid, meskipun Benfica mengajukan banding.
Dalam pernyataannya, UEFA menyatakan bahwa banding Benfica telah ditolak. Keputusan ini menegaskan konfirmasi Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA pada 23 Februari 2026, sekaligus menekankan keseriusan otoritas sepak bola dalam menangani isu rasisme.
Larangan sementara ini menandai langkah UEFA dalam melindungi pemain dan menegakkan prinsip fair play. Selain itu, tindakan ini menjadi peringatan bagi seluruh klub terkait perilaku di lapangan.
Dampak pada Leg Kedua dan Atmosfer Pertandingan
Dengan absennya Prestianni, Real Madrid kemungkinan mendapatkan keuntungan psikologis menjelang leg kedua di Bernabeu. Madrid sudah memegang keunggulan 1-0 dari leg pertama dan kini menghadapi Benfica tanpa salah satu pemain kunci mereka.
Situasi ini juga mempengaruhi atmosfer pertandingan. UEFA menekankan pentingnya disiplin dan menghormati semua pemain, sekaligus mengirim pesan kuat terhadap rasisme di sepak bola.
Pertandingan leg kedua tetap menjadi momen krusial bagi kedua tim. Namun, perhatian kini tidak hanya pada skor, tetapi juga pada kepatuhan terhadap aturan, fair play, dan perlindungan pemain di lapangan. Nantikan terus kabar terbaru seputar real madrid menarik lainnya hanya di madridinfo.net.
