Real Madrid tengah menghadapi tekanan besar setelah kebobolan 94 gol hanya dalam 76 pertandingan sejak awal tahun 2025. Angka ini menjadi rekor terburuk kedua di antara lima liga top Eropa dan menimbulkan kekhawatiran serius soal lini pertahanan “Los Blancos”.

Masalah defensif ini muncul meski tim memiliki kiper kelas dunia, Thibaut Courtois, yang tercatat melakukan 174 penyelamatan sepanjang 2025. Statistik menunjukkan rata-rata kebobolan 1,23 gol per pertandingan, menandakan ketidakstabilan yang mengkhawatirkan di lini belakang Madrid.
Fenomena ini tidak hanya terjadi sekali. Selama lebih dari setahun, pertahanan Real Madrid terus menjadi sorotan, dan tren kebobolan gol ini membuat banyak pihak mempertanyakan efektivitas strategi pertahanan serta koordinasi para pemain bertahan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Masalah Lini Pertahanan
Sejak awal 2025, Real Madrid menjalani 76 pertandingan di berbagai kompetisi, termasuk La Liga, Liga Champions, Copa del Rey, dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Padatnya jadwal jelas memberikan tekanan, tetapi tidak sepenuhnya menjelaskan tingginya jumlah gol kebobolan.
Dibandingkan dengan tim-tim top Eropa lainnya, masalah ini sangat menonjol. Misalnya, klub-klub di Liga Primer Inggris memainkan jumlah pertandingan hampir sama, namun hanya sedikit yang memiliki catatan kebobolan sebesar Real Madrid. Hal ini menegaskan bahwa pertahanan Madrid mengalami kelemahan struktural.
Kurangnya konsistensi di lini belakang juga terlihat dalam pengelolaan pertandingan penting. Kesalahan kecil sering berujung pada gol lawan, dan hal ini kerap mempengaruhi hasil akhir pertandingan serta posisi mereka di klasemen La Liga.
Baca Juga: Karim Benzema: Al Hilal Layaknya Real Madrid di Asia
Perbandingan dengan Klub Eropa Lain

Data dari Opta menunjukkan bahwa di lima liga top Eropa, hanya Eintracht Frankfurt yang kebobolan lebih banyak, yaitu 96 gol dalam 55 pertandingan. Sementara Tottenham Hotspur mencatat 83 gol dalam 59 pertandingan, menunjukkan bahwa masalah defensif Madrid termasuk parah dalam konteks Eropa.
Meskipun memiliki pemain-pemain berkualitas tinggi, termasuk Courtois, Madrid tidak mampu menahan serangan lawan secara konsisten. Statistik ini menjadi alarm bagi pelatih dan manajemen klub untuk segera meninjau taktik, susunan pemain, dan strategi bertahan mereka.
Selain itu, tren kebobolan ini dapat memengaruhi performa tim di kompetisi internasional, seperti Liga Champions, di mana pertahanan yang rapat menjadi kunci sukses melaju jauh dalam turnamen.
Upaya Perbaikan yang Diperlukan
Real Madrid harus segera mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki lini pertahanan. Perbaikan bisa dimulai dengan rekonstruksi strategi bertahan, memperkuat koordinasi antara bek dan kiper. Lalu juga memperhatikan kondisi fisik pemain yang kelelahan akibat padatnya jadwal.
Manajemen juga diharapkan melakukan evaluasi transfer pemain bertahan untuk menghadirkan sosok yang dapat menstabilkan lini belakang. Dengan kombinasi pengalaman, kualitas individu, dan strategi tim, Madrid dapat kembali ke performa defensif yang solid.
Jika tidak segera ditangani, masalah ini bisa berdampak pada peluang mereka meraih gelar domestik maupun Eropa. Pertahanan yang rapat adalah fondasi kesuksesan, dan Real Madrid harus segera berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi sisa musim 2026. Nantikan terus kabar terbaru seputar real madrid menarik lainnya hanya di madridinfo.net.
