Prestianni Kecam UEFA Setelah Larangan Lawan Real Madrid

Bagikan

Gianluca Prestianni, pemain sayap Benfica, menunjukkan kekecewaannya terhadap UEFA lewat media sosial. Larangan satu pertandingan yang dijatuhkan kepadanya membuatnya absen saat menghadapi Real Madrid di leg kedua babak play-off Liga Champions UEFA. Keputusan ini dianggapnya tidak adil karena masih dalam tahap investigasi terkait tuduhan pelecehan diskriminatif terhadap Vinicius Junior.

Prestianni Kecam UEFA Setelah Larangan Lawan Real Madrid

Prestianni mengaku frustrasi karena merasa tidak diberikan kesempatan membela diri secara adil. Ia membandingkan kasusnya dengan Fede Valverde dari Real Madrid yang sebelumnya dilaporkan melakukan kekerasan terhadap Samuel Dahl, namun tidak mendapatkan sanksi. Hal ini menimbulkan kesan bahwa perlakuan UEFA tidak konsisten dan berat sebelah.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Melalui cuitannya, Prestianni menegaskan bahwa keputusan badan pengatur sepak bola Eropa itu memalukan. Ia menambahkan bahwa sanksi tanpa bukti jelas tidak seharusnya diterapkan, apalagi dalam laga besar yang menentukan kelolosan tim ke babak 16 besar Liga Champions.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Kontroversi Leg Pertama dan Valverde

Sebelumnya, leg pertama pertandingan antara Benfica dan Real Madrid berlangsung sengit. Dalam laga tersebut, Fede Valverde terlihat memukul Samuel Dahl saat tidak ada bola. Insiden ini kemudian dilaporkan oleh pihak Benfica ke UEFA.

Namun, badan pengatur tersebut memutuskan untuk tidak mengambil tindakan terhadap Valverde, meskipun bukti video menunjukkan adanya kontak fisik. Keputusan ini menimbulkan kontroversi di kalangan pemain dan penggemar, yang menilai UEFA cenderung pilih kasih antara tim besar dan tim yang lebih kecil.

Prestianni kemudian merespons cuitan yang menyebut keputusan itu seperti “mafia terbesar di bumi”, yang menekankan ketidakpuasan pemain muda Benfica terhadap prosedur dan konsistensi badan sepak bola Eropa tersebut. Hal ini juga menyoroti rasa ketidakadilan yang dirasakan tim kecil ketika menghadapi klub-klub elite seperti Real Madrid.

Baca Juga: UEFA Hentikan Gianluca Prestianni Jelang Pertandingan Real Madrid

Dampak Bagi Benfica

Prestianni-Kecam-UEFA-Setelah-Larangan-Lawan-Real-Madrid.

Larangan satu pertandingan membuat Benfica kehilangan salah satu pemain sayap kunci saat menghadapi Santiago Bernabeu. Kehilangan Prestianni menjadi pukulan besar bagi strategi Jose Mourinho, terutama dalam usaha membalikkan defisit agregat dari leg pertama.

Selain itu, ketidakhadiran Prestianni juga berdampak pada moral tim. Kapten Real Madrid, Valverde, tetap tersedia dan menjadi ancaman signifikan bagi pertahanan Benfica, sementara pihak Benfica merasa perjuangan mereka tidak sepenuhnya dihargai oleh UEFA.

Presiden Benfica, Rui Costa, menyatakan kekesalannya atas keputusan tersebut. Ia menilai perlakuan terhadap Prestianni tidak adil. Selain itu, UEFA dianggap tidak serius menindak Valverde. Menurut Costa, hal ini merugikan tim dan menegaskan perlunya reformasi pengawasan disiplin di kompetisi Eropa.

Sorotan Kritik dan Reaksi Publik

Prestianni menggunakan media sosial sebagai sarana menyampaikan kritik secara terbuka, menekankan ketidakadilan yang dirasakannya. Tweetnya menjadi viral, memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola, analis, dan media.

Reaksi publik juga menyoroti ketidakkonsistenan UEFA dalam menegakkan aturan disiplin. Banyak yang menilai keputusan badan pengatur itu merugikan tim yang lebih kecil, sementara pemain klub besar cenderung lebih leluasa dalam melakukan pelanggaran.

Kontroversi ini bukan hanya soal larangan satu pertandingan. Lebih jauh, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas UEFA dalam menangani insiden disiplin secara adil dan transparan, terutama di pertandingan-pertandingan penting Liga Champions. Nantikan terus kabar terbaru seputar Real Madrid menarik lainnya hanya di madridinfo.net.